
Kupang-Dalam upaya membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif, terintegrasi, dan berbasis kepastian hukum, Kementerian Hukum menggelar penandatanganan Nota Kesepahaman bersama 20 kementerian dan lembaga mitra kerja sama. Kegiatan ini diikuti secara virtual oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTT, Silvester Sili Laba, serta Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Bawono Ika Sutomo dan jajaran.

Dalam sambutannya, Menteri Hukum, Supratman Andy Agtas menegaskan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud konkret dari semangat kolaborasi lintas sektor. Tujuannya adalah memperkuat koordinasi, meningkatkan efisiensi, serta memastikan efektivitas dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.
“Dengan adanya kesepahaman tertulis ini, kita menjamin adanya kejelasan tanggung jawab, transparansi peran, dan kepastian hukum dalam setiap kerja sama yang dijalankan,” tegas Supratman.
Ia menambahkan bahwa membangun sistem hukum yang kuat dan adil tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara berbagai kementerian dan lembaga, baik dalam pembentukan regulasi, penegakan hukum, maupun pelayanan publik.

Penandatanganan ini juga merupakan tindak lanjut dari proses harmonisasi dan penyesuaian nomenklatur terhadap 25 Nota Kesepahaman yang telah ada sebelumnya. Hingga saat ini, telah difinalisasi sebanyak 20 Nota Kesepahaman yang akan menjadi landasan kuat dalam pelaksanaan berbagai program lintas sektor ke depan.
Menteri Hukum mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai awal yang baru dalam memperkuat koordinasi kelembagaan guna mewujudkan visi besar bangsa: “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.”
“Kita tidak hanya menandatangani dokumen, tapi juga meneguhkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, membangun sistem hukum yang berkeadilan, dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong, Kementerian Hukum optimistis kolaborasi ini akan terus tumbuh dan membawa dampak nyata bagi bangsa dan negara, tutup Supratman.

