
Kupang – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI) Provinsi NTT menggelar Rapat Evaluasi Pembuatan Akta dan Pengesahan Badan Hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah NTT. Kegiatan ini menjadi forum refleksi sekaligus koordinasi untuk mendorong percepatan penyelesaian target legalisasi koperasi sebagaimana amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTT, Silvester Sili Laba, yang hadir langsung dan memimpin rapat tersebut, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh notaris di NTT atas kinerja luar biasa dalam mendukung program strategis nasional ini. Ia menyebut, kontribusi para notaris tidak hanya menyukseskan target pemerintah, namun juga mengangkat martabat profesi notaris sebagai pilar penegakan hukum dan pembangunan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh jajaran pengurus INI Provinsi NTT, baik di tingkat wilayah maupun daerah. Kepada Ketua INI NTT yang baru, Ibu Sanche Tomosowa dan jajaran, saya ucapkan selamat atas pelantikannya. Semoga ini menjadi momentum untuk terus menguatkan sinergi antara Kemenkum dan notaris di NTT,” ujar Silvester.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hingga akhir Juni 2025, tercatat sudah ada 2.999 koperasi Merah Putih yang berhasil memperoleh badan hukum melalui sistem Administrasi Hukum Umum (AHU). Capaian ini menunjukkan semangat kolektif dan dedikasi tinggi dari para notaris di seluruh penjuru provinsi, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan geografis dan teknis di lapangan.
“Ini adalah angka yang luar biasa. Tapi lebih dari sekadar angka, ini mencerminkan kerja keras, kepedulian, dan semangat kebangsaan dari para notaris di NTT. Kita sedang tidak hanya membentuk badan hukum koperasi, tetapi sedang membangun masa depan ekonomi masyarakat desa,” tegas Silvester.
“Tugas ini tidak mudah. Saya tahu tantangan teman-teman di lapangan sangat besar, mulai dari cuaca yang tak bersahabat, jaringan yang sulit, hingga data kependudukan yang belum lengkap. Namun dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, saya yakin semuanya bisa kita selesaikan tepat waktu sebelum deadline nasional 12 Juli,” tambahnya.

Kakanwil juga mengapresiasi langkah-langkah inovatif dari sejumlah kepala daerah yang aktif menjemput bola hingga ke desa-desa untuk membantu percepatan legalisasi koperasi. Dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam membuka jalan dan mengatasi persoalan yang masih menghambat teman-teman notaris di lapangan,” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan selama menjalankan tugas. “Jangan sampai karena mengejar target kita justru mengorbankan keselamatan. Ini adalah pekerjaan mulia, jadi mari kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian,” pesan Silvester.

Ketua INI NTT, Sanche Tomosowa, dalam forum tersebut turut memberikan kesempatan kepada para notaris dari berbagai kabupaten/kota untuk menyampaikan kendala dan kondisi faktual yang mereka hadapi.
“Ini bukan hanya soal target, tapi soal pengabdian dan tanggung jawab moral kita bersama. Koperasi Merah Putih adalah wujud nyata dari kedaulatan ekonomi desa, dan kita semua memegang peran penting di dalamnya,” kata Sanche.
Di akhir rapat, Kakanwil kembali menekankan pentingnya menjaga semangat, menjaga kesehatan, dan menjaga kehormatan profesi. “NTT sedang mengangkat wajah Indonesia dari wilayah timur. Kalian adalah bagian penting dari itu semua. Terima kasih atas pengabdian dan cinta kalian terhadap tanah ini. Mari kita tuntaskan tugas besar ini untuk kesejahteraan masyarakat kita bersama,” pungkasnya.

