
Kupang — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur (Kanwil Kemenkum NTT) Kegiatan ini diwakili oleh hadir Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yohanis Bely dan Analis Anggaran Ahli Muda, Hillon Prisca Foes. menghadiri kegiatan peluncuran buku Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT yang digelar di Aula Eltari, Kantor Gubernur NTT, Kamis (08/04/2026).
Penulis Buku Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT rudi rohi menyampaikan jejak perjalanan—tentang mimpi yang ditanam, tantangan yang dihadapi, serta semangat yang terus menyala. Di setiap halamannya, tergambar kisah kebersamaan, tentang jatuh dan bangkit, serta keyakinan bahwa perubahan selalu mungkin dimulai dari langkah kecil.

Lebih dari sekadar dokumentasi, buku ini menjadi instrumen reflektif untuk melihat sejauh mana janji dan harapan pembangunan mulai bergerak menuju kenyataan. Refleksi terbuka dari berbagai kalangan yang dirangkum secara dinamis memberikan gambaran nyata tentang jarak antara asa (harapan) dan rasa (realitas), apakah semakin mendekat atau justru menjauh dari harapan masyarakat.
Uraian dalam buku ini juga memotret capaian Quick Wins dan Tujuh Pilar Pembangunan yang dijalankan dalam satu tahun terakhir. Disajikan secara populer namun tetap berpijak pada kondisi empiris, buku ini dapat menjadi “kacamata” bagi masyarakat untuk menilai arah dan kinerja pembangunan yang sedang berjalan.

Hasil refleksi menunjukkan bahwa rute antara asa dan rasa mulai bergerak ke arah yang tepat, meskipun tidak lepas dari tantangan yang terjal. Jarak antara harapan dan kenyataan pun perlahan mulai terjembatani melalui langkah-langkah awal yang nyata. Namun demikian, setiap individu tetap memiliki ruang subjektif untuk menilai dan memaknai perjalanan tersebut.
Dari tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTT, Silvester Sili Laba, menegaskan bahwa peluncuran buku ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Nusa Tenggara Timur.
Ia juga mengimbau seluruh jajaran Kanwil Kemenkum NTT agar terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh komitmen dan kolaborasi seluruh pihak.
“Kami mengajak seluruh jajaran untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga semangat pengabdian, serta berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan kebersamaan, kita optimis dapat mendorong kemajuan NTT yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam setiap langkah pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Peluncuran buku ini tidak hanya menjadi ruang refleksi, tetapi juga sumber inspirasi untuk melangkah ke depan. Sebab perjalanan pembangunan belum berakhir—ini baru permulaan.
Mari terus bergerak, bersama.
Ayo Bangun NTT.
