
Kupang - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Timur menghadiri Forum Komunikasi Kebijakan bertajuk Policy Talks yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara secara Daring, Kamis (23/04/2026). Nampak hadir Kepala Kantor Wilayah Silvester Sili Laba dan Dientje E. Bule Logo selaku Koordinator BSK pada Kanwil NTT bersama jajaran.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses analisis kebijakan serta teknik penyusunan policy brief yang efektif sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Dosen Institut Agama Islam Negeri Kendari, Samrin dan Direktur Strategi Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara Widhi Novianto dalam kesempatan tersebut membagikan pandangan mengenai pentingnya kemampuan analis kebijakan dalam membaca persoalan, menyusun rekomendasi yang tepat, serta menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Samrin menegaskan bahwasannya terkait analis kebijakan harus mampu melihat persoalan secara utuh, bukan hanya dari sisi administratif tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat itu sendiri.
“Policy brief yang baik itu singkat, jelas, dan mampu menjawab persoalan utama. Di situlah peran analis kebijakan menjadi sangat penting dalam mendukung keputusan pimpinan,” ujarnya.

Dalam keterangannya Kakanwil Silvester mengatakan bahwa analis kebijakan harus punya keberanian berpikir kritis dan menyampaikan rekomendasi yang objektif. “Kebijakan yang baik lahir dari data yang kuat dan analisis yang matang,” tegasnya.
Ditambahkan, jajarannya tidak bisa hanya sekedar bekerja secara administratif, tetapi juga harus mampu membaca persoalan dan memberikan solusi yang tepat melalui kebijakan yang terukur dan terarah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran semakin siap dalam menyusun kebijakan yang berkualitas, adaptif, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat serta kemajuan organisasi.
